Bullying atau perundungan adalah peristiwa yang cukup sering ditemukan, terlebih di lingkungan sekolah. Tindak perilaku perundungan di sekolah tentunya perlu menjadi perhatian khusus oleh banyak pihak. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi untuk mengatasi kasus perundungan. 

Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya penanggulangan tindak perundungan di sekolah. Salah satunya adalah dengan menggandeng UNICEF Indonesia untuk bersama-sama membentuk program “Roots”. Roots adalah sebuah program pencegahan perundungan berbasis sekolah yang telah telah dikembangkan oleh UNICEF Indonesia sejak tahun 2017 bersama Pemerintah Indonesia, akademisi, serta praktisi pendidikan dan perlindungan anak.

program-roots-sma-primbana

Kasus bullying atau perundungan di kalangan siswa kembali terjadi. Baru-baru ini peristiwa bullying yang terjadi di Kotamogabu, Sulawesi Utara menyebabkan salah satu siswanya meninggal. Hal ini tentu saja membuat khwatir dunia pendidikan.

Untuk mencegah masalah bullying di sekolah, SMAS Primbana membentuk 30 Agen Perubahan yang dipilih berdasarkan survei. Siswa/i terdiri dari siswa kelas X sampai kelas XII. Mereka mendapatkan pelatihan selama 10 minggu dan diakhir kegiatan, para agen membuat Roots Day yang telah dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2021 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *