Oleh: Prabu Surya Arjuna Andeska

Tidak semua murid membawa bekal dari rumah. Jika ditanya alasannya, jawabnya hampir selalu sama: malas membawa bekal, terlalu ribet, ibu belum sempat memasak pagi-pagi, atau bahkan memang tidak ada cukup uang untuk memasak.

Namun, hari itu ada sesuatu yang berbeda. Wajah-wajah yang sebelumnya tampak lelah mulai menunjukkan senyum. Perubahan itu bermula ketika beberapa murid berkumpul dan membicarakan sebuah program baru yang kabarnya akan diterapkan di sekolah kami.

Program itu bernama MBG, singkatan dari Makan Bergizi Gratis. Awalnya, banyak dari kami menganggap program ini biasa saja. Sebagian bahkan berpikir bahwa program tersebut hanya akan menjadi kegiatan seremonial tanpa dampak nyata. Namun, seiring berjalannya waktu, kami mulai merasakan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang sederhana tetapi memiliki pengaruh besar.

Sebelum program ini berjalan, banyak murid datang ke sekolah dalam keadaan perut kosong. Ada yang hanya minum air putih sebelum berangkat, ada yang tidak sempat sarapan, dan ada juga yang memang tidak memiliki cukup makanan di rumh. Akibatnya, saat pelajaran berlangsung fokus menjadi sulit dijaga. Rasa lapar perlahan mengganggu konsentrasi dan membuat pelajaran terasa lebih berat dari biasanya.

Ketika program makan bergizi gratis mulai berjalan, semua murid mendapatkan makanan yang cukup dan seimbang. Ada nasi, lauk berprotein, sayur, dan buah. Mungkin bagi sebagian orang makanan itu terlihat sederhana, tetapi bagi kami makanan tersebut sangat berarti. Tidak hanya makanannya yang membuat kami bahagia, tetapi juga momen-momen sederhana yang selalu melekat di hati kami. Mulai dari menebak-nebak lauk MBG apa yang akan di bagikan setiap harinya, mengangkat omprengan untuk dibagikan, hingga menunggu antrean pembagian makanan sambil bercanda dan bercerita bersama teman-teman.

Kami juga bisa makan bersama dalam satu kelas tanpa ada seorang pun yang hanya melihat karena tidak membawa bekal. Semua momen itu terasa sederhana, lucu, tetapi juga sangat membekas dalam ingatan kami. Hal kecil lainnya yang kami rasakan adalah suasana belajar menjadi jauh lebih menyenangkan. Setelah makan, kami memiliki energi yang cukup untuk mengikuti pelajaran sampai siang. Guru-guru juga sering melihat murid menjadi lebih aktif saat belajar di kelas. Bahkan, beberapa teman yang biasanya mengantuk atau kurang fokus mulai terlihat lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Dari situ kami menyadari bahwa makanan bergizi ternyata memiliki pengaruh besar terhadap semangat dan konsentrasi belajar murid di sekolah.

Program ini juga mengajarkan kami tentang pentingnya pola hidup sehat yang di  mulai dari makanan sehat. Sebelumnya, banyak dari kami terbiasa membeli jajan sembarangan tanpa memikirkan kandungan gizinya. Namun, dengan adanya menu yang teratur dan seimbang di sekolah, kamu mulai memahami bahwa makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang manfaat bagi tubuh.

Selain itu, program ini membantu kami lebih hemat. Sebagian uang jajan yang biasanya dihabiskan untuk membeli makanan kini bisa ditabung. Melalui tabungan tersebut, banyak teman-teman yang akhirnya dapat membeli barang impian mereka, bisa nabung untuk menikmati makanan favorit setiap minggunya, bahkan menyimpannya untuk kebutuhan mendesak lainnya. Hal sederhana seperti ini ternyata sangat berarti bagi kami. Manfaat program ini juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. Program MBG membuka lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu rumah tangga di sekitar dapur MBG. Pedagang sayur dan bahan makanan juga mendapatkan lebih banyak pembeli karena kebutuhan dapur yang meningkat setiap harinya. Dari satu piring makanan, lahir semangat baru yang mendorong kami untuk bisa belajar lebih baik, tumbuh lebih sehat, dan bermimpi lebih tinggi.

Melalui pengalaman ini, saya menyadari bahwa pendidikan tidak hanya tentang buku dan pelajaran di kelas. Pendidikan juga tentang memastikan setiap siswa memiliki kondisi yang layak untuk belajar. Bagaimana mungkin seseorang dapat memahami pelajaran dengan baik jika perutnya kosong dan tubuhnya lemah?

Kini, ketika saya melihat sepiring makanan di hadapanku, aku tidak lagi menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Saya melihatnya sebagai bentuk perhatian, harapan, dan masa depan yang sedang dibangun perlahan. Saya percaya, jika program seperti ini terus dikembangkan dan diterapkan secara luas, akan semakin banyak murid di Indonesia yang merasakan manfaatnya. Generasi yang sehat dan cerdas bukan lagi sekadar impian, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama. Karena pada akhirnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar generasinya, tetapi juga seberapa sehat mereka untuk terus belajar dan berkembang. Dan semua itu bisa dimulai dari hal yang sederhana: satu piring makanan bergizi. Pesan yang ingin saya sampaikan untuk program MBG adalah semoga program ini bisa berjalan merata di lebih banyak sekolah lainnya, karena yang aku tahu masih banyak sekolah yang belum mendapatkan program MBG ini. Semoga ke depannya semakin banyak murid yang bisa merasakan manfaat dan bantuan dari program ini. Semangat juga untuk seluruh petugas mbg yang sudah bekerja keras agar kami bisa makan sehat dan bergizi setiap hari. Terima kasih banyak kepada pemerintah yang sudah membuat program yang sangat hebat ini, karena dengan adanya program ini kami jadi lebih semangat belajar dan termotivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *